Keluarga Katolik taat di tengah pandemi Covid-19.
Misdinar Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug membuat sebuah film pendek, Give Thanks, untuk disertakan dalam John Paul II Cup (JP II Cup) tahun 2020. Film ini sudah disebar di grup-grup WA dengan harapan mendapat sebanyak mungkin like dan subscriber.
Film yang diunggah ke youtube Sabtu malam (20/6) itu mengisahkan bagaimana sebuah keluarga Katolik taat single parent Bryan (Alfonsus Bryan Setiawan) dengan anak lelaki tercintanya Mikael (Mikael Giovanny Lesmana) menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19.

Mikael sebagai anak Bryan.
Di akhir film, kata-kata Mikael menjadi pesan kunci: “Ternyata selama ini aku berpikiran sempit. Aku berpikir kalau harapan itu cuma mitos dan sebuah kata belaka. Tetapi kini aku sadar, harapan akan tetap ada selama kita berharap pada Tuhan dan sesama.”
Yohanes Andrew Wijaya selaku produser ketika dihubungi Minggu siang (21/6) mengatakan, ide awalnya berasal dari writer Theresia Sanviasantoso, yaitu bagaimana menunjukkan efek Covid-19 terhadap masyarakat, mulai dari sekolah hingga perusahaan, dan bagaimana sebuah keluarga menghadapinya.
“Semuanya itu berasal dari tema utama panitia JP II Cup 2020, yaitu ‘Bagikan Lentera Harapan’,” kata Ketua Putra Putri Altar (PPA) Santa Bernadet yang akrab disapa Andrew itu.

Harus tetap survive di tengah wabah Covid-19.
Proses pembuatannya sekitar 1 minggu. “Dari tanggal 13-20 Juni untuk proses syuting dan post-production-nya sebagai pengembangan cerita itu dari 7 Juni,” jelas siswa kelas XI yang mulai belajar film editing di kelas VIII itu.
Tidak hanya short movie, Misdinar Bernadet juga mengikuti lomba Mobile Legends, Misdinar Pintar, Romo Cilik (Mocil) SD, dan Poster, namun belum semuanya selesai karena memang masih ada yang tenggat waktunya 25 Juni.
Kesulitan utama di masa PSBB ini, ujarnya, adalah mengatur personilnya. “Tidak bisa secara besar-besaran sehingga aktor harus diminimalisir. Makanya kami memilih kru dan aktor rata-rata dari wilayah Metro agar lebih mudah koordinasinya,” jelasnya.

Penjual makanan pinggir jalan. Insert: Andrew, produser.
JP II Cup adalah kegiatan tahunan yang bertujuan bukan saja untuk berkompetisi, tetapi juga mengajak anak-anak muda agar sadar akan panggilan dalam Gereja dan berkarya bagi Bangsa, serta bersosialisasi antar-misdinar se-KAJ.
JP II Cup terwujud berkat kerjasama Seminari Menengah Wacana Bhakti, Seminari Tinggi St Yohanes Paulus II-KAJ, dan UNIO KAJ. Sebelum wabah Covid-19, biasanya lomba diadakan di Seminari Wacana Bhakti.

Flyer JP II Cup 2020.
Tahun 2017 Misdinar Bernadet pernah ikut lomba film pendek tetapi tidak selesai karena banyak halangan. “Tahun ini pertama kalinya kami menuntaskan untuk lomba short movie,” kata Andrew.
Seingat Andrew, Misdinar Santa Bernadet mulai ikut JP II Cup sejak 2013 dan pernah memenangkan lomba Amazing Race, Misdinar Pintar, Cooking Adventure, Futsal, dan Basket.
Hal tersebut dibenarkan pembina Misdinar Santa Bernadet, Khatarina Yuni, yang dihubungi terpisah, Minggu. “Di JP II Cup 2013 Misdinar Bernadet pernah berhasil menyabet juara umum ke-3 dengan persiapan hanya 1 minggu, padahal pesertanya hampir semua paroki di KAJ. Pernah juara gerak dan lagu tapi lupa tahunnya,” kata Bu Yuni.

Melakukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.
Ditanya apakah tahun ini ada harapan Misdinar Santa Bernadet menjadi juara, Bu Yuni menjawab diplomatis, “Kami selalu support ke anak-anak untuk selalu berpartisipasi, kalaupun menjadi juara itu bonus.”
Mari kita dukung karya PPA St Bernadet ini dengan memberi Like & Subscribe dengan membuka youtube, Search: Misdinar Santa Bernadet Ciledug.
Film pendek karya Misdinar St Bernadet Ciledug.
Teks: ps/ Foto-foto: cuplikan video, Misdinar St Bernadet, ps/ Video: Misdinar St Bernadet