Melayani Umat di Masa Pandemi Tidak Menghalangi untuk Tetap Berkreasi

1 Agustus 2020
  • Bagikan ke:
Melayani Umat di Masa Pandemi Tidak Menghalangi untuk Tetap Berkreasi

Romo Matius dan Fr. Steve melakukan pelayanan doa.

Pandemi membuat semua keadaan berubah secara drastis. Demikian pula semua rencana dan agenda umat manusia menjadi berubah secara tak siap dan tak terduga.

wati7--

Romo Matius melakukan pelayanan kepada lansia yang sakit.

Namun banyak juga yang bisa menyikapi dan menyiasatinya dengan berbagai kegiatan yang menarik,  berdaya guna atau biasa-biasa saja. Kreativitas kita tertantang dengan sendirinya.

wati5--

Romo Matius memberikan Sakramen Minyak Suci.

Bentuk pelayanan pun berubah, meskipun tidak sedikit yang tertunda. Di tengah-tengah kesibukan dalam beradaptasi dengan rumah pelayanan baru Barata di Paroki Ciledug, Romo Matius Pawai, CICM, tergelitik untuk mempraktekkan  keahliannya. Bukan alih profesi, tetapi berkreasi.

wati1--

Budidaya lele, kegiatan yang memberikan harapan.

wati3--_1

Menyemai kangkung, asli karya Romo Matius.

Beternak lele dicobanya, bertanam kangkung juga sudah berhasil dilakukan. Sudah pernah panen. Saat ini sedang menyemai bibit  bayam merah. Mesin cuci rusak pun dibongkar, katanya tabung masih bisa digunakan untuk menanam pohon.

bener--

Bongkar pasang peralatan elektronik bisa juga.

Tak hanya sendiri. Bersama Fr. Steve Ramli, Romo Matius mencoba menjadikan barang-barang bekas bisa digunakan lagi. Yang rusak pun coba diperbaiki lagi atau dicari mana yang masih bisa digunakan.

potWati2---

Tinggal menunggu panen.

Bak seorang tukang sol sepatu beneran, Fr. Steve memperbaiki sepatunya sendiri. “Mari sini yang rusak bawa sini,” celetuk Fr. Steve memancing tawa.

wati4--_1

Fr. Steve: Mari sini yang rusak bawa sini...

Semua dikerjakan dengan suka cita  dan pelayanan tetap berjalan terus dan terus.

Semangat!!

Teks: Wati MDR/ Foto-foto: Wati MDR, Linda

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna