Pembelajaran calon misdinar online perdana, Minggu (23/8).
Pandemi Covid-19 sudah menyita waktu kita kurang lebih enam bulan. Kami dari Sub Seksi Misdinar menanggapi situasi yang masih belum memungkinkan untuk mengikuti misa atau tatap muka langsung ini dengan berbagai kegiatan Gereja.
Salah satu kegiatan tersebut adalah pembelajaran online perdana Putra Putri Altar (PPA) St Bernadet kepada calon misdinar agar regenerasi tetap berjalan.
Maka setelah melakukan persiapan beberapa saat, pada hari Minggu, 23 Agustus 2020, sesudah misa, dimulailah pembelajaran calon misdinar secara online itu. Sederhana tetapi, Puji Tuhan, cukup lancar.
Hari ini pembelajaran dipandu oleh Nicolaus Tegar bergantian dengan Andrew Wijaya (Ketua PPA St Bernadet).

Andrew, Gaby, Vanny, Nico, dan Madeline sedang online.
Karena dilaksanakan secara online, lokasi mengajar bisa dilakukan dari dua lokasi sekaligus, yaitu di Gereja Santa Bernadet Pinang dan di rumah Pak Johan, Metro Permata. Untuk yang stand-by di Gereja ada 5 pengurus, yaitu Andrew, Nico, Gaby, Vanny, dan Madeline. Pembelajaran berlangsung kurang lebih 1 jam 20 menit.
Peserta pembelajaran calon misdinar cukup banyak, 57 anak, walaupun jauh di bawah jumlah peserta di masa sebelum pandemi yang bisa mencapai 90-an anak. Dan dari waktu ke waktu, peminat perempuan lebih mendominasi mayoritas peserta.

Pembelajaran online calon PPA St Bernadet, Minggu (23/8).
Pesertanya meliputi anak usia SD-SMA. Ada yang anak SMA karena waktu mendaftar menjadi calon misdinar sudah usia SMP. Dan berhubung pelantikan misdinar tertunda akibat pandemi, usia mereka pun sudah telanjur beranjak SMA.
Di sela-sela kegiatan dengan anggota DPH, Romo Lamma sempat menyapa. “Terimakasih ya, sudah mengikuti pembelajaran ini.” Sementara Romo Matius mengungkapkan rasa rindunya untuk bisa bertemu tatap muka dengan anak-anak.
Ketua Sie Liturgi, Pak Naryo, memonitor juga sedari belum mulai. “Sempat dag-dig-dug... Khawatir kalau gak dapat sinyal,” tulisnya di grup WA Liturgi.

Evaluasi setelah selesai pembelajaran online.
Pada pembelajaran hari Minggu, 23 Agustus itu, dibahas tema tentang pelindung misdinar St Tarsisius, seorang martir yang hidup di abad ke-3. Diawali dengan penjelasan tentang siapa St Tarsisius dan diuraikan mengapa santo ini dijadikan sebagai pelindung misdinar.
Lalu diberikan kuis untuk calon misdinar dengan memberikan 15 soal. Anak-anak menjawab langsung dengan Google Form (Google Quiz-Quizizz), sehingga pengurus pun bisa langsung mengetahui jawaban yang benar dari para calon misdinar.
Namun kuis hari Minggu tersebut sekadar untuk mengingatkan atau menyadarkan ingatan para calon misdinar.
Untuk lebih memantapkan lagi, kepada anak-anak diberikan tugas dan mereka diberi kesempatan untuk mengerjakannya lewat aplikasi Geogle Classroom, serta ditunggu jawabannya paling lambat pada pertemuan berikutnya.

Misa di masa pandemi, tanpa pelayanan misdinar.
Terima kasih atas support dari Romo Lamma, Romo Matius, dan Ketua Sie Liturgi Bp Yulianus Sunaryo, serta seluruh orangtua misdinar.
Terutama untuk yang sudah membantu modal kuota internet kami ucapkan banyak-banyak terima kasih, karena menurut anak-anak lumayan gede kesedotnya. Harapannya, kegiatan ini ke depan menjadi perhatian paroki.

Pelayanan misdinar dalam masa normal lama.
Mari kita dukung anak-anak kita, baik calon maupun yang sudah aktif menjadi misdinar, terutama pengurus, supaya lebih memanfaatkan waktu secara maksimal dan bisa bermanfaat untuk pelayanan kita bersama. Tuhan memberkati.
Teks: Khatarina Yuni (Pendamping PPA St Bernadet), Foto: PPA St Bernadet, Yohanes Andrew Wijaya, Screenshot, dok. Komsos