Ibarat cabe, manusia unggul berbuah banyak dan bermanfaat.
Pertemuan Rutin Komunitas (PRK) Kerahiman Ilahi yang kedua dilaksanakan Sabtu (26/9), pukul 15.00 – 16.30 WIB, dengan peserta 23 orang melalui Zoom. Tema: “Menjadi orang yang unggul dalam mengandalkan kerahiman-Nya”.
Acara dimulai dengan Doa Jam Kerahiman pada pukul 15.00 WIB, Lagu Pembukaan Aku Memandang, Doa Pembukaan, Jalan Salib Singkat, pembacaan dari Buku Harian Santa Faustina (BHF) No 742 dan Renungan yang dibawakan oleh Ibu Etty Iswanti.
Dalam renungannya, Ibu Etty Iswanti menguraikan secara rinci perkataan Yesus dalam BHF No 742: Tuhan Yesus meminta manusia mengandalkan kerahiman-Nya; Tuhan Yesus menginginkan agar manusia menghormati kerahiman-Nya; Tuhan Yesus meminta Santa Faustina menjadi orang pertama yang unggul dalam mengandalkan kerahiman-Nya.

Yesus Engkau Andalanku. (Foto: istimewa)
Selanjutnya, perbuatan-perbuatan kerahiman itu harus muncul dari kasih kepada Tuhan; kapan saja dan di mana saja harus mengamalkan belas kasih kepada sesama; tidak boleh menghindari ataupun mencari dalih untuk membebaskan diri dari keharusan itu.
Berkaca pada BHF 742 tersebut, Ibu Etty mengatakan, kita sebagai murid-murid Yesus pada hari ini diharapkan menjadi manusia yang unggul sesuai permintaan Yesus, yaitu melaksanakan perbuatan kerahiman melalui perbuatan-perbuatan kasih, yang muncul dari kasih kepada Yesus. Perbuatan kasih berarti kita harus benar-benar mau mengasihi.
Mengasihi tidak harus dalam bentuk materi atau uang, tetapi secara konkret bisa berupa sapaan dan senyuman yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita sebagai tanda kasih kita kepada Tuhan. Motivasinya benar-benar mengasihi. Ingat pesan Yesus: “Engkau tidak boleh menghindarinya atau berusaha mencari-cari dalih untuk membebaskan diri darinya”.
Terdapat tiga cara melakukan belas kasih kepada sesama: perbuatan, ucapan, dan doa. Dalam tiga tingkatan belas kasih ini, sebagaimana kata Yesus kepada St Faustina, terkandung kepenuhan belas kasih-Nya kepada kita yang tak terbantahkan.

Buku Harian Santa Faustina (BHF).
Perbuatan kasih harus dilaksanakan tanpa syarat. Tidak usah jauh-jauh melihat santo-santa yang memang memiliki hidup yang luar biasa. Kita bisa merawat orang-orang yang menghadapi ajal tetapi yang tidak di-uwongke (diperlakukan sebagai manusia) dengan kasih, tanpa liputan media atau siapapun.
“Barangsiapa yang melihat Aku kelaparan mereka akan memberi makan, kalau Aku haus akan diberikan minuman”. Kata-kata ini dalam kehidupan sehari-hari bisa diwujudkan oleh ibu rumah tangga sebagai perbuatan belas kasih seperti menyiapkan sarapan, menyapa, memberi tanda salib di dahi, dll. Kalau hal-hal ini rutin kita lakukan, maka akan mudah keluar dari rumah kita.
Ucapan yang diajarkan Tuhan Yesus menyejukkan, tidak kasar dan menyakitkan. Setiap hari dari mulut kita bisa muncul banyak ucapan caci maki, ngomongin orang, menjelek-jelekkan orang atau nyinyir. Sebaliknya, jika mendengar dan mencoba melakukan suara Tuhan kita mengucapkan kata-kata baik seperti selamat pagi, selamat sore, halo, apa kabar, tetapi yang benar-benar keluar dari hati.
Doa. Di dalam doa kepada Yesus sumber kerahiman kita mohon ampun, interospeksi diri, mohon kekuatan supaya hari esok lebih baik lagi. Jika hari ini membuat 10 ucapan kurang baik, mohon hari berikutnya menjadi lebih kecil, dan mohon ampun jika masih mengatakan hal-hal yang kurang baik.

Para peserta PRK Kerahiman Ilahi.
Dalam sharing sebagai penolong digunakan gambar tanaman cabe yang tumbuh subur dan berbuah banyak, daunnya segar, serta mencerminkan perawatan tanaman dengan baik.
Ibu Nawang memberikan sharing, kalau mendengar kata-kata unggul yang terbersit di hati kita adalah menjadi orang yang unggul dalam arti kata tidak menjadi murid biasa, melainkan mau melayani dengan hati yang tulus, tidak mencari muka, karena bekerja untuk Tuhan.
Menurut Ibu Tuti, menjadi unggul berarti hidup berkualitas, yaitu punya disiplin diri, menuruti ajaran Santa Faustina, yaitu melakukan Doa Kerahiman. Keunggulan dimulai dari diri sendiri dan baru kemudian menyebarkannya kepada yang lain.
Menurut Ibu Ganefi, melihat gambar cabe dengan buah lebat tersebut, yang paling bagus kalau kita melayani dari hati dengan memberikan yang terbaik, sekalipun orang lain belum tentu sependapat. Kita selalu bisa memperbaiki bila ada kekurangan. Dalam melayani, mulailah dari hal-hal yang kecil.
-B-.jpg?1601360838853)
Peserta Pertemuan Rutin Kerahiman Ilahi.
Ibu Etty menjelaskan, Tuhan Yesus mengetuk hati kita untuk menjadi unggul supaya kita bisa berbuah dan buahnya bisa dinikmati oleh semua orang, menancap dalam benak sampai relung hati kita dan akhirnya menjadi action. Dia mengajak untuk mengikuti teladan Santa Faustina supaya bisa menjadi unggul.
Setelah Doa Syafaat, Doa Koronka, Doa dan Berkat penutup, pertemuan ditutup dengan lagu Dendang Kerahiman. Jadwal pertemuan rutin Komunitas Kerahiman Ilahi berikutnya direncanakan 24 Oktober. Tuhan Memberkati.
Teks: Maya/ Foto : Sisca, Screenshot/ Olah foto: ps