Sahabat Gusdurian Menyampaikan Selamat Natal kepada Umat Santa Bernadet

30 Desember 2020
  • Bagikan ke:
Sahabat Gusdurian Menyampaikan Selamat Natal kepada Umat Santa Bernadet

Romo Lamma mengawali perayaan Natal.

Penggalan lagu Malam kudus sunyi senyap  yang dilantunkan sebagai pembuka Misa Malam Natal 24 Desember 2020 terasa pas dengan ungkapan Romo Lamma yang di awal homilinya mengungkapkan, “Perayaan Natal tahun ini amat sangat terasa beda dengan tahun-tahun sebelumnya.”

misa2 off anna--

Misa Natal kedua, offline, 24 Desember 2020.

“Gereja tampak sepi, baik sebelum perayaan Natal dan saat perayaan Natal. Tak ada tambahan tenda dan kursi di luar gereja. Tidak ada kerumunan umat dan penuhnya area parkir,” kata Romo Lamma.

umat--

Perayaan Natal yang extraordinary.

“Pandemi Corona telah mengubah banyak hal yang dulu rutin atau sering kita selenggarakan saat perayaan Natal. Maka dapat dikatakan Perayaan Natal tahun ini extraordinary, yaitu kondisi di luar yang biasa,” ujar Romo Lamma.

parkir-2

Suasana area parkir sepi di masa pandemi.

Salah satu umat yang ditemui seusai mengikuti Misa Malam Natal pertama, yakni Mas Andreas Andrianto, mengatakan bahwa Misa Malam Natal ini justru berkesan. “Suasananya hening, sederhana. Ternyata ini malah menyentuh dan meresap dalam hati,” ungkap warga Wilayah Fabiola itu.

pak embuh-4

Mas Andreas Adrianto (kanan) dari Wilayah Fabiola.

Sementara Ibu Catherine dari Wilayah Isidorus mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti Misa Malam Natal langsung di Gereja Pinang. “Dengan kuota umat yang sangat terbatas bisa mendapatkan tiket itu sesuatu banget,” ujarnya.

Ia menceritakan, sejak mendapat informasi pendaftaran Misa Malam Natal sudah dibuka, dia dan anaknya langsung mendaftar.

bucatrin--

Ibu Catherine dari Wilayah Isidorus.

“Saat melihat pendaftaran sudah berhasil, itu sudah seneng banget, tinggal menunggu QRcode dikirimkan. Puji Tuhan tidak berselang lama QRcode Misa Malam Natal sudah saya terima, jadi tambah yakin besok saya dan anak saya bisa ikut Misa Malam Natal,”  kenangnya.

jumlah umat--

Sebagian dari 190 orang peserta Misa Malam Natal.

Misa Malam Natal Paroki Ciledug dilaksanakan 2 kali, pukul 17.00 offline dan live streaming, dan pukul 20.30 hanya offline. Jumlah umat yang mengikuti misa secara offline hanya 190 orang, termasuk petugas, sangat sedikit dibandingkan total umat paroki yang sekitar 12.000-an.

Kunjungan Sahabat Gusdurian

Seusai Misa Malam Natal kedua tersebut, umat Gereja Santa Bernadet mendapat kunjungan tamu istimewa, yaitu sahabat-sahabat Gusdurian Kota Tangerang.

Cover--

Romo Lamma dan Sahabat Gusdurian.

Di depan altar Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, menerima para tamu istimewa tersebut dan mempersilakan perwakilan mereka untuk menyampaikan maksud kedatangannya.

Dalam sambutannya, perwakilan Gusdurian menyampaikan Selamat Natal kepada Umat Katolik Gereja Santa Bernadet.

gusdurian-1

Perwakilan Sahabat Gusdurian Kota Tangerang.

“Kita semua adalah satu anak bangsa yang harus terus bergandengan tangan menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi Gusdurian toleransi itu tanpa batas. Kami sudah terbiasa ngopi bareng, ngobrol bareng, dan bekerja sama dengan teman-teman OMK Gereja Santa Bernadet,” ungkap perwakilan tersebut.

Mendapat kunjungan istimewa itu Romo Lamma mengucapkan terima kasih atas kehadiran sahabat-sahabat Gusdurian.

sopo iki--_1

Korwil Agustinus (Panitia Natal 2020) Bp Biadiyono.

“Romo senang melihat anak-anak muda yang tidak memandang agama, suku, dan golongan dalam menjalin persahabatan. Ini sesuatu yang menggembirakan. Silakan terus bekerja sama dan saling menjalin komunikasi dan silaturahmi demi Negara Indonesia yang kita cintai,” kata Romo Lamma menyampaikan harapannya.

 

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Walter Arya, Juliana Manurung

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna