Warga Sesilia yang pernah ikut pelatihan eco enzyme.
Beberapa waktu yang lalu Ibu-ibu di Lingkungan Sesilia 4 mengadakan pelatihan membuat eco enzyme. Setelah lewat 3 bulan tiba saatnya memanen eco enzyme sebagai cairan serbaguna untuk keperluan rumah tangga.
Tanggal 20 Februari 2021 banjir besar melanda Jakarta dan sekitarnya termasuk wilayah umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet. Di antaranya Wilayah Albertus, Hubertus, Theresia, Agustinus, Antonius, Fabiola, Loyola, dan beberapa wilayah lainnya. Paska banjir menyisakan lumpur dan kotoran yang tidak mudah untuk dibersihkan.

Ibu Cory dengan hasil panen eco enzyme yang terkumpul.
Melihat kondisi itu Ibu Margaretha Tricory Anggraeni, warga Lingkungan Sesilia 4, mengajak teman-teman yang sudah membuat eco enzyme untuk mengumpulkan hasil panennya. “Hasil eco enzyme yang terkumpul akan ditawarkan kepada umat yang terdampak banjir dan berkenan karena ini sesuatu yang baru,” ungkap Bu Cory, sapaan akrabnya.

Rumah di Komplek Kinayunan yang terkena banjir.
Seorang warga yang tinggal di Komplek Kinayungan, Pondok Kacang Barat, mengungkapkan terima kasih atas kiriman eco enzyme-nya untuk bersih-bersih sisa banjir seperti mengepel lantai dan lap-lap perabotan cepat bersih dan keset lantainya. Aroma ruangan juga semakin segar,” cerita Bu Cory mengutip percapan lewat WA yang ia terima.

Eco enzyme untuk sahabat di Ciledug Indah dikirim via ojol.
Ibu Henny dari Wanita Katolik RI Ranting Thomas mengatakan, “Eco enzyme saya gunakan untuk mengepel lantai, bisa bersih dan keset. Karena ada yang agak bau asam, maka saya campurkan pewangi lantai sedikit, jadi lantai keset dan wangi. Puji Tuhan ruangan dan kolong tempat tidur setelah saya semprot dengan eco enzyme menjadi segar.”

Ojol siap mengirimkan bantuan eco enzyme.
Lain halnya dengan Ibu Teresia Widiastuti dari Wanita Katolik RI Ranting Ignatius Loyola. Cairan eco enzyme digunakan untuk mencuci lap lap kotor setelah digunakan untuk membersihkan perkakas yang terendam lumpur saat banjir. “Kotoran dan noda yang menempel hilang dan bersih. Ini cairan mantap banget,” puji Bu Esti, sapaan akrabnya, lewat percakapan WA.

Ibu Maria Pireno menyemprotkan eco enzyme.
Sementara Ibu Maria Pireno yang tinggal di Perumahan Duren Vila mengungkapkan, ia mengenal eco enzyme saat mengikuti webinar yang diselenggarakan Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet, Minggu 21 Feb 2021. “Maka saat ditawari eco enzyme oleh Ibu Cory saya senang sekali,” katanya. “Eco enzyme yang saya terima langsung saya gunakan untuk membersihkan lantai dan perabotan lainnya. Selain itu saya juga gunakan untuk menyemprot ruangan, dan hasilnya ruangan jadi terasa segar,” imbuhnya.

Lantai bersih berkat eco enzyme.
“Dari webinar itu saya jadi tahu begitu banyak manfaat dari eco enzyme dan ternyata cara membuatnyapun cukup mudah. Melihat hasilnya setelah dibersihkan dengan eco enzyme saya langsung jatuh cinta. Saya pun ingin segera mempraktikkan untuk membuat eco enzyme sendiri dan saya akan tularkan pengetahuan ini kepada tetangga sekitar,” janji Ibu Maria Pireno pula.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Cory