Rm Matius-Romo Anton Baur, sebagai nara sumber talk show.
“Ketika saya mengikuti misa online dari Paroki Ciledug lewat kanal youtube, Panti Imam Gereja Santa Bernadet kok keren banget. Sempet timbul pertanyaan, ini kapan bangun gerejanya?” ungkap Romo Baur ketika ditemui usai talk show Panggilan, Minggu (2/5).
Romo Anton Baur menceritakan, terakhir dia masuk Gereja Bernadet ketika diajak misa oleh Pastor Paroki Romo Lamma Sihombing, CICM, tapi dia lupa kapan waktunya. “Kebetulan Romo Lamma itu teman tahbisan imamat,” imbuh pastor yang kini berdomisili di Paroki Pulomas, Jakarat Timur itu.

Dijemput Rm Aldo sepulang dari studi di Roma, Juli 2020.
(Romo Anton Baur dan Romo Lamma ditahbiskan bersama 7 Imam baru lain oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr I Suharyo, pada 22 Agustus 2013, di Gereja St Arnoldus Jannsen, Bekasi.)
“Waktu itu lantainya masih konblok dan tempat duduk umat masih kursi lipat. Belum ada tempat berlutut. Panti Imamnya juga sederhana,” kata Pastor yang berasal dari Paroki Ciledug itu mengingat-ingat.
“Tadi pas diajak masuk gereja oleh Pak Agus Haryadi dari Panitia Sie Panggilan rada kaget. Ternyata yang ditayangkan dalam misa online itu sungguh nyata. Gerejanya sungguh cantik. Selain Panti Imamnya keren dan indah, tempat duduk umat juga sudah berganti lengkap dengan tempat berlutut,” lanjutnya.

Romo Anton Baur diwawancara tim Komsos St Bernadet.
Romo Baur mengatakan, meskipun masih berupa tenda tidak apa-apa. Bangunan gereja itu penting tetapi bukan yang utama. “Yang lebih penting itu pondasi Gereja dalam arti umat beriman. Karena Gereja itu kan jemaat umat beriman yang diwujudkan dalam keguyub-rukunan umat,” jelasnya.
“Saling menyapa dan bekerja sama yang membuat iman itu tumbuh dan berkembang,” kata pemegang Lisensiat (setara S2) Teologi dari Urbaniana Pontifical University, Roma, Italia itu.
Terima kasih, Romo Anton Baur.
Teks: Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Ruli, Screenshot Vlog Romo Aldo.