Kotbah perdana Diakon Steve Ramli, CICM, di Gereja Bernadet.
“Hari ini surprise buat kita melihat Diakon Steve berdiri mantap menyampaikan kotbah perdana sejak pelantikan Minggu yang lalu,” kata Bu Herawaty Manurung, Ketua Paguyuban Warga Senior St Bernadet Simeon-Hanna, lewat aplikasi WA saat diminta kesan-kesannya tentang kotbah perdana Diakon Steve Ramli, CICM, di Gereja St Bernadet, Minggu (9/5).

Persembahan.
Pada hari itu, Diakon Steve mendampingi Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, yang mempersembahkan Misa Minggu Paskah VI, secara offline dan online. Bacaan misa diambil dari Kisah Para Rasul, Surat 1 Yoh 4:7-10, dan Yoh 15: 9-17, yang semuanya berbicara tentang kasih.

Konsekrasi.
Pada salah satu bagian kotbahnya Diakon Steve mengatakan bahwa kasih itu dahsyat. Tentu yang paling nyata adalah kasih Allah sendiri yang mengutus PuteraNya untuk menghapus dosa manusia sampai wafat di kayu salib. “Kasih itu bukan kelemahan, tetapi kekuatan,” katanya.

Lektor membawakan Bacaan Pertama.
Kedahsyatan kasih itu dicontohkannya dengan cerita suster-suster Misionaris Cinta Kasih dari Calcuta, India, yang diundang ke sebuah rumah sakit di Rusia. Kehadiran Bunda Teresa dan Suster-suster lainnya di sana mampu mengubah situasi yang sebelumnya kurang manusiawi menjadi penuh kasih, sampai-sampai seorang dokter yang datang heran dan bertanya, “Apakah saya datang ke rumah sakit yang salah?”
Bu Herawaty mengatakan bahwa Diakon Steve tampil tenang dan membacakan Injil dengan penuh perasaan. “Ini namanya paket lengkap karena kotbah diakhiri dengan lagu yang berhubungan dengan isi kotbahnya tentang kasih (Kasih Pasti Lemah Lembut—Red),” katanya lagi

Bu Herawaty Manurung.
Psikolog senior itu juga menilai, walaupun secara keseluruhan intonasinya belum kaya, cenderung datar saja, tapi Diakon Steve berhasil merangkum isi bacaan yang diperkaya dengan contoh nyata dalam situasi keseharian.

Pak Kristanto.
Sementara itu Pak Kristanto, Prodiakon dari Wilayah Antonius yang mengikuti misa secara offline, menilai kotbah Diakon Steve kata-katanya jelas, pendalaman bacaannya bagus, apalagi ditambah variasi cerita dan diakhiri dengan ajakan nyanyi bersama.
“Ini yang sangat luar biasa. Mengajak umat dengan jumlah yang terbatas itu tidaklah mudah,” katanya.

Sr Rachel Marie, PIJ.
Kepala SKh Sang Timur, Sr Rachel Marie, PIJ, terkesan dengan bahasa Diakon Steve Ramli. “Bahasa yang digunakan bagus, mudah dipahami. Pesan homili sesuai bacaan, menarik dan kreatif karena ada kisah inspiratif dan lagu yang sesuai tema. Penjelasan tema sangat jelas,” katanya.
Sr Rachel berpesan agar tetap berhati-hati dalam mengucapkan kata-kata supaya tidak terjadi salah ucap atau kata harus diulang. “Mungkin tidak usah terlalu cepat,” imbuhnya. Bahwa masih ada kekurangan, katanya, adalah wajar dan bisa dimaklumi. Masukan pasti berguna untuk masa depan Diakon Steve sendiri.

Pak Selamat Sunarjo.
Salah seorang warga Lingkungan Anna 1, Pak Selamat Sunarjo, menilai homili Diakon Steve bagus, mengena (faktual, mudah diikuti) dan sesuai dengan bacaannya. “Intonasi suaranya mantap, body language-nya juga pas, penuh percaya diri. Excellent,” kata salah satu anggota Sahabat CICM ini. Ia yakin bahwa persiapannya bagus.
"Sayang kalau nggak bertugas di Bernadet lagi," imbuhnya dengan emoji tertawa.
Teks: ps/Foto-foto: Screenshot, WA, facebook